SINOPSIS "MENARILAH EMAK"
By. Freddy HS
Ibu Suryati yang biasa dipanggil emak adalah seorang penari tradisional yang professional. Usianya saat ini memang sudah tua. Tetapi jika emak sudah menari, gerakan-gerakan tubuhnya masih terlihat gemulai dan gesit. Emak memiliki seorang anak perempuan bernama Juminah. Juminah, oleh orang-orang di kampungnya dan ibunya sendiri lebih akrab dipanggil Jum. Jum dulunya adalah seorang karyawan di perusahaan kertas. Tetapi karena PHK, Jum akhirnya pulang ke kampungnya, sebuah desa kecil yang berada di lereng gunung, dan bekerja sebagai seorang petani.
Setelah emak sudah tua dan tidak melatih tari lagi di kota, emak pulang menyusul anaknya di kampung. Hasrat emak untuk tetap menari terus dibawa hingga ke kampung. Walaupun tidak ada panggung untuk menari, emak memiliki ladang ilalang yang luas sebagai tempat untuk menari. Setiap sore, emak sudah berada di tempat itu untuk menari. Bagi kebanyakan orang kampung, emak sudah dianggap gila. Jum bahkan sudah berkali-kali disuruh orang kampung dan Pak Lurah untuk memeriksakan kondisi kejiwaan emak. Tapi emak menolak dikatakan gila. Emak menari karena emak memang suka menari. Emak terus menari tanpa menghiraukan orang kampung yang melewati tempat itu sambil bergeleng kepala. Bagi emak, rumput ilalang yang meliuk-liuk terhembus angin itulah para penontonnya yang setia.
Orang-orang pun mulai datang berduyun-duyun untuk menyaksikan emak menari. Ada yang merasa kasihan tetapi kebanyakan dari mereka berdecak kagum atas tarian emak dan bahkan sama sekali tidak menganggap emak gila. Semakin hari pengunjung yang datang semakin banyak. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh orang-orang kampung untuk menjual jajanan di sekitar lokasi. Pemuda kampung juga membuka penitipan kendaraan. Dalam sekejap lokasi tersebut berubah menjadi ramai.
Suatu saat ada seorang wartawan yang meliput hal ini. Lalu menerbitkan beritanya pada surat kabar dengan judul “tarian alam”. Berita ini sampai ke salah satu stasiun televisi dan kemudian segera mengirimkan reporter untuk meliput berita itu. Latar belakang emak sebagai penari yang handal pun mulai tersebar di media massa. Rekaman tarian emak di padang ilalang benar-benar menarik perhatian pemirsa. Dalam sekejap tayangan emak menduduki rating tertinggi. Perusahaan-perusahaan besar pun mulai menempatkan iklannya dalam acara itu. Emak pun mulai terkenal.
Ternyata Pak Lurah memanfaatkan situasi ini. Ketika salah satu perusahaan susu kalsium menawarkan kontrak iklan dengan emak, Pak Lurah diam-diam mengangkat dirinya sebagai manajer emak. Orang-orang kampung yang lugu tidak pernah tahu kemana larinya uang hasil tarian emak. Mereka sudah cukup merasa diuntungkan dengan ramainya pengunjung yang membeli jajanan setiap kali emak menari di ladang. Lagipula mereka tidak perlu curiga karena orang yang paling mungkin menikmati uang itu selain emak sendiri adalah Jum anaknya. Rumah Jum yang dulu terbuat dari papan sudah berubah menjadi rumah batu. Tetapi Pak Lurah juga telah membangun rumahnya menjadi tingkat dua dan sekarang sudah ada mobil yang diparkir di depan rumah Pak Lurah.
Beberapa hari kemudian datang dua orang berdasi dengan berkendaraan mobil mewah ke kelurahan. Mereka adalah developer perumahan real estate. Mereka ingin membeli ladang tempat emak biasa menari untuk dibangun perumahan mewah. Tentunya mereka sanggup membeli dengan harga yang sangat mahal. Pak Lurah setuju. Keesokan harinya Pak Lurah datang menemui emak dan mengatakan bahwa emak sudah tidak bisa lagi menari di padang itu dengan alasan bahwa besok padang itu akan mulai digarap untuk ditanami bunga. Tetapi Pak Lurah memberikan kesempatan buat emak untuk menari yang terakhir kali sore hari nanti. Emak menjadi sedih, tetapi juga cukup senang karena masih diberikan kesempatan satu kali lagi untuk menari.
Siang itu emak segera pergi ke ladang untuk menari. Sementara Jum mengikutinya dari belakang. Emak menatap ladang itu beberapa saat seolah-olah ingin mengucapkan salam perpisahan. Tak lama kemudian emak sudah mulai menari. Emak mengeluarkan segenap kekuatannya untuk menyalurkan kesenangannya itu hingga emak tampak kesetanan. Emak menari sambil mengeluarkan irama dari mulutnya untuk mengiringinya. Sepertinya inilah penampilan tarian emak yang paling bagus. Keringat bercucuran di leher, kening dan pipi tetapi emak tidak peduli. Emak terus menari. Jum mulai merasa kuatir. Lalu dengan hentakan kaki yang keras ke tanah emak mengakhiri tariannya. Beberapa detik kemudian tubuh emak lunglai dan jatuh ke tanah. Jum berteriak dan berlari menghampiri emak. Jum memanggil emak tapi emak tidak menyahut. Matanya tetap terpejam. Jum mengguncangkan tubuh renta itu tetapi tetap tidak ada reaksi. Kemudian Jum sadar bahwa emak sudah tiada. Jum menjerit tapi tidak ada yang mendengarkan. Emak mati sore itu dengan tersenyum puas.
No comments:
Post a Comment